Senin, 13 Maret 2017

Penanganan Bayi Kuning Di Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) Bandung


Penanganan Bayi Kuning :
Bayi yang mengalami penyakit kuning dan dikatakan normal apabila kadar bilirubin di dalam tubuhnya bisa menurun dengan sendirinya. Menurunnya kadar bilirubin tersebut diiringi dengan semakin sempurnanya perkembangan janin  pada organ hati dalam menguraikan kadar bilirubin di dalam tubuh bayi.
Bayi akan mengalami penyakit kuning selama 3 sampai 4 hari setelah bayi dilahirkan ke dunia ini. Bayi yang normal pada hari ketujuh setelah dilahirkan, bayi tersebut sudah tidak akan berwarna kuning lagi. Hal tersebutlah yang disebut dengan penyakit kuning yang normal pada bayi.

Berikut ini cara mengatasi penyakit kuning yang ada pada bayi :
1.ASI Lebih Sering
2.Menjemur Bayi
3.Perhatikan Fisik Bayi
4.Terapi Sinar
5.Tindakan Medis
6.Mencari Penyebab Bayi Kuning
7.Jangan Membuat Bayi Dehidrasi

Cara Mencegah Bayi Kuning :
1.Lebih Peka Dan Teliti
2.Hindari Obat-Obatan
3.Hindari Infeksi
4.Hindari Kapur Barus

     Penanganan bayi kuning diperlukan sesegera mungkin agar ibu yang memiliki bayi kuning terutama penyakit kuning patologis bisa mendapatkan penanganan dengan segera. Jika penyakit kuning patologis tidak segera diatasi akibatnya adalah bisa membahayakan sel syaraf pusat bayi dan berbagai macam gangguan yang berbahaya lainnya.http://rbcsinergifoundation.blogspot.co.id/



Lokasi : 

Jl. Holis No. 448 A Bandung
(Tlp. 022 6042152 )

Jl. Raya Soreang - Banjaran
( Tlp. 022 6032281 )

Call Center : 0851 0004 2009
SMS / WA : 081 321 200 100

Kenali Tiga Tahapan Persalinan Normal Di Rumah Bersalin Cuma-cuma Bandung


        Proses melahirkan normal yang dialami tiap ibu hamil berbeda-beda, namun pada dasarnya ada tiga tahapan yang akan dilalui ibu hamil sebelum akhirnya bertemu dengan buah hati tercinta.
Tiga tahapan melahirkan normal yang pertama adalah ketika ibu hamil mulai mengalami kontraksi. Perubahan terjadi pada ukuran leher rahim atau dikenal dengan istilah pembukaan. Tahapan selanjutnya adalah proses mendorong bayi hingga terlahir ke dunia. Kemudian tahapan melahirkan normal diakhiri dengan keluarnya plasenta beberapa menit setelah bayi dilahirkan.

Tahapan Pertama :
Pada tahapan ini Anda akan mengalami dua proses, yaitu fase awal dan fase aktif. Pada fase awal, leher rahim Anda akan menipis dan mulai terbuka. Kontraksi ringan akan Anda rasakan pada fase ini. Biasanya kontraksi berlangsung selama 30 hingga 90 detik dengan jarak kedatangan yang teratur, misalnya tiap 5 menit.
Seiring berjalannya waktu, leher rahim Anda akan mulai terbuka sedikit demi sedikit. Anda pun akan melihat lendir bercampur darah keluar dari vagina.
Fase awal berakhir ketika pembukaan leher rahim mencapai 4 cm. Namun untuk waktu pasti yang diperlukan untuk mencapai pembukaan tersebut berbeda-beda pada tiap individu. Jika ini kehamilan pertama Anda, fase ini pada umumnya akan memakan waktu 6-12 jam. Pada ibu hamil lainnya, bisa lebih lama atau lebih pendek.
Jika sebelumnya Anda sudah pernah melahirkan, kemungkinan fase ini akan berjalan lebih cepat.
Sementara pada fase aktif, leher rahim ibu hamil akan melebar lebih cepat. Pembukaan leher rahim pada fase ini mencapai 10 cm. Kontraksi yang datang pun akan lebih kuat, lebih lama, dan lebih sering. Ibaratnya Anda sudah tidak mampu lagi berbicara ketika mengalami kontraksi seperti ini.
Rasa tidak nyaman mulai Anda rasakan pada fase ini. Anda bisa merasakan kram kaki, tekanan pada punggung, dan mungkin merasa mual. Jika belum terjadi, air ketubanAnda akan pecah pada fase ini.
Jika Anda masih di rumah pada fase ini, maka inilah waktu yang tepat untuk bergegas ke rumah bersalin.
Intensitas rasa sakit yang akan Anda alami pada tahapan ini akan meningkat. Jika Anda tidak kuasa menahannya, Anda bisa minta obat pereda rasa sakit atau suntik bius. Selain dengan obat dan suntikan, rasa sakit bisa juga dihilangkan dengan cara alami. 
Fase aktif biasanya berlangsung antara 4-8 jam, jika ini adalah kehamilan pertama Anda. Namun hal ini kembal lagi kepada individu masing-masing.

Tahap Kedua :
Tahapan ini disebut sebagai proses mendorong bayi agar keluar dari tubuh Anda. Pada tahapan inilah semua tenaga Anda harus dikerahkan. Memasuki tahapan ini, Anda tidak lagi merasakan kontraksi seperti pada fase aktif. Jarak kedatangannya tidak begitu dekat sehingga Anda memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat sebelum kemunculan kontraksi yang berikutnya.
Secara perlahan-lahan posisi bayi Anda akan turun ke jalan lahir. Anda disarankan untuk bersabar saat menunggu bayi turun dan tidak perlu tergesa-gesa untuk mendorongnya agar cepat keluar. Biarlah rasa ingin mendorong datang secara alami. Bersabar juga bisa membuat tubuh Anda rileks dan tidak stres.
Jika bayi Anda sudah berada di pintu bawah panggul Anda, kemungkinan rasa ingin mendorong akan hadir dengan sendirinya. Namun jika bayi Anda masih jauh dari pintu bawah panggul, kemungkinan Anda tidak akan merasakan sensasi ingin mendorong.
Setelah beberapa saat, akan terlihat tonjolan pada jaringan antara vagina dan anus ketika Anda mendorong. Tidak lama kemudian, kulit kepala bayi akan terlihat. Bagi seorang ibu, ini adalah momen yang ditunggu-tunggu. Jika Anda penasaran, Anda bisa meminta cermin untuk melihat kulit kepala si Buah Hati.
Saat ini rasa ingin mendorong akan terasa lebih kuat. Tekanan kepala bayi Anda pun akan terasa lebih intens yang kemungkinan akan diiringi oleh rasa terbakar yang kuat akibat meregangnya jaringan antara vagina dan anus Anda.
Makin Anda mendorong, maka kepala bayi akan makin terdorong keluar. Dengan dorongan berikutnya, kepala bayi akan keluar dengan sempurna. Kepala bayi Anda kemudian akan menyamping karena bahunya mulai berputar untuk bersiap-siap menuju pintu kelahiran. Dengan dorongan, bahunya akan terlihat disusul oleh tubuh.
Selamat, bayi Anda sudah lahir. Mulut dan hidung si Kecil akan dibersihkan agar mudah bernapas. Sesampainya di dunia, si Kecil yang berlumuran lendir darah ini akan dikeringkan menggunakan handuk oleh suster. Bayi Anda akan dibungkus agar selalu dalam keadaan hangat. Selanjutnya, jika tidak ada komplikasi, Anda bisa bertemu dengan si Buah Hati yang telah Anda kandung selama berbulan-bulan lamanya.

Tahap Ketiga :
Setelah bayi lahir, Anda seperti merasakan kelegaan dan rasa bahagia yang tidak terbendung. Anda bisa memeluk dan menciumi bayi Anda dengan penuh rasa sayang. Namun, proses melahirkan belum selesai. Anda masih harus menunggu hingga plasenta keluar dari rahim Anda. Biasanya plasenta akan keluar dalam kurun waktu 5-10 menit. Namun ada juga yang berlangsung hingga setengah jam.
Tahapan ini juga bisa Anda gunakan untuk memberikan inisiasi menyusui dini (IMD) kepada si Kecil. IMD sangat baik untuk bayi dan juga kepuasaan batin Anda. Namun Anda harus bersabar karena tidak semua bayi mau langsung menyusu ketika baru saja dilahirkan. Meski begitu Anda jangan putus asa, terus dekatkan bibir bayi ke payudara Anda hingga dia mengisap puting payudara Anda.
Selanjutnya dokter akan memeriksa apakah Anda memerlukan penanganan lebih lanjut atau tidak, seperti jahitan atau hal lainnya. Jika ada jaringan kulit yang perlu dijahit, dokter akan terlebih dahulu membius area tersebut.



INFO LEBIH LANJUT :




Lokasi : 

Jl. Holis No. 448 A Bandung
(Tlp. 022 6042152 )

Jl. Raya Soreang - Banjaran
( Tlp. 022 6032281 )

Call Center : 0851 0004 2009
SMS / WA : 081 321 200 100

Program KB Di Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) Bandung


RENCANAKAN JARAK KEHAMILAN YANG TEPAT DENGAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) 

Program Keluarga Berencana atau KB dibuat pemerintah bukan tanpa alasan. Rentang antara program hamil satu dengan yang lainnya dianggap penting karena menyangkut kesehatan sang ibu dan bayinya. Penggunaan alat kontrasepsi pun menjadi krusial.  Inilah beberapa hal yang perlu Anda tahu terkait program KB dan jarak kehamilan  agar rencana Anda untuk memiliki anak lagi semakin mantap.

PROGRAM Keluarga Berencana (KB) mulai dicanangkan di Indonesia sejak 1970. Tujuan dari program Keluarga Berencana ini yang diketahui oleh orang banyak adalah untuk membatasi jumlah penduduk melalui penggunaan alat kontrasepsi, seperti spiral, pil KB, dan suntik KB. Namun, tahukah Anda? Ternyata, program KB memiliki tujuan lain, yakni untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga, khususnya sang ibu dan bayinya.

JARAK KEHAMILAN PENTING UNTUK KESEHATAN

Penciptaan jarak menjadi penting karena kehamilan yang terlalu dekat tidak baik untuk kesehatan. Sebab, kondisi ini tidak memberi ruang pada sang ibu untuk memulihkan kondisi fisiknya pasca-melahirkan.

BERAPAKAH JARAK KEHAMILAN TERBAIK?
Dari segi kesehatan, jarak kehamilan terbaik adalah 18-24 bulan setelah melahirkan. Dan, jangan menunggu hingga 5 tahun karena akan berisiko dari segi kesehatan. Namun, di luar itu, ada hal-hal lain yang perlu jadi pertimbangan, seperti usia Anda, kesiapan bersama pasangan, serta biaya. Hingga Anda siap untuk hamil lagi, pastikan Anda menggunakan kontrasepsi yang tepat.



INFO LEBIH LANJUT :

http://www.rbc-sinergi.org/news/kabar-gembira-inkubator-bayi-prematur-gratis-kini-hadir-di-rbc

http://www.sinergifoundation.org/rumah-besalin-cuma-cuma 


Lokasi : 

Jl. Holis No. 448 A Bandung
(Tlp. 022 6042152 )

Jl. Raya Soreang - Banjaran
( Tlp. 022 6032281 )

Call Center : 0851 0004 2009
SMS / WA : 081 321 200 100

Kamis, 23 Februari 2017

Aktivitas Pelayanan Klinik RBC (Rumah Bersalin Cuma-cuma) Bandung


Aktivitas Pelayanan Gawat Darurat Rujukan dengan pembiayaan oleh RBC :

*Induksi persalinan 
   Induksi adalah proses untuk merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi alami terjadi dengan tujuan mempercepat proses persalinan. Prosedur ini tidak dapat dilakukan sembarangan karena mengandung lebih banyak risiko dibandingkan persalinan normal. Mereka yang menjalaninya sebaiknya mendapat informasi selengkapnya tentang alasan, prosedur, dan risiko yang mungkin dihadapi.
 Induksi juga dapat ditawarkan pada kondisi tertentu lainnya,  seperti terjadi infeksi pada rahim, bayi berhenti berkembang, kurangnya cairan ketuban yang cukup untuk melindungi bayi, atau jika plasenta luruh dari dinding rahim bagian dalam sebelum persalinan.
 Pada situasi tertentu, seperti ketika kehamilan telah mencapai lebih dari 39 minggu dan sang ibu tinggal jauh dari rumah sakit, induksi dapat direncanakan untuk mengurangi risiko gangguan pada ibu dan bayi.

*Berbagai Metode Induksi
    Ada berbagai metode yang dapat dilakukan untuk menjalani induksi. Opsi yang diambil sangat bergantung pada kondisi dan permasalahan yang dihadapi masing-masing wanita.
1. Menyapu Selaput pada leher rahim,
2. Mematangkan leher rahim,
3. Memecahkan air ketuban
4. Menggunakan obat-obatan yang diinfuskan ke pembuluh darah

*Pelayanan dengan Tindakan
     Pelayanan Kolaborasi/Kerjasama terdiri dari :
1.Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.
2.Memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil resiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
3.Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dan pertolongan pertama pada kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
4.Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dan pertolongan pertama pada kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
5.Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dan pertolongan pertama pada kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
6.Memberikan asuhan kebidanan pada balita resiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi.


*Vaccum
    Ektraksi Vacum adalah persalinan janin dimana janin dilahirkan dengan ekstraksi tekanan negative pada kepalanya dengan menggunakan ekstraktor vakum ( ventouse ) dari malmstrom.
 Alat yang umumnya digunakan adalah vacum ekstraktor dari malmstrom. Prinsip dari cara ini adalah bahwa kita mengadakan suatu vacum (tekanan negatif) melalui suatu cup pada kepala bayi. Dengan demikian akan timbul caput secara artifisial dan cup akan melekat erat pada kepala bayi. Pengaturan tekanan harus diturunkan secara perlahan-lahan untuk menghindarkan kerusakan pada kulit kepala, mencegah timbulnya perdarahan pada otak bayi dan supaya timbul caput succedaneum.

*Forceps
   Cara Kerja Forceps :
Forceps adalah alat yang digunakan untuk membantu mengeluarkan bayi saat persalinan. Bentuknya menyerupai sepasang sendok besar. Sepasang forceps akan mencapit kepala bayi yang masih di dalam rahim, setelah itu dokter akan memandu dalam menariknya hingga keluar dari rahim ibu. Hal ini biasanya dilakukan selama proses kontraksi, sementara sang ibu mengejan.
Sebelum menggunakan forceps, biasanya dokter akan mencoba cara lain demi keberhasilan persalinan seperti memberikan obat intravena untuk merangsang kontraksi lebih kuat atau menyesuaikan anestesi (pembiusan) untuk memperlancar proses pengejanan.
Namun jika opsi terbaik adalah forceps, maka dokter akan memberikan anestesi epidural atau spinal jika Anda belum diberi anestesi regional. Seorang tim medis juga akan menempatkan kateter di kandung kemih Anda untuk pengosongan urin. Dokter juga mungkin akan menggunting jaringan antara vagina dan anus untuk mempermudah bayi keluar.

*Sectio Caesarea :
   Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus atau vagina atau suatu histerotomi untuk melahirkan janin dari dalam rahim. Operasi Caesar merupakan suatu tindakan pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut (laparatomi) dan dinding uterus (histerektomi). Operasi bedah caesar ini dilakukan dengan sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. Sectio caesaria merupakan suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding depan perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram.

Biasanya dilakukan jika ada gangguan pada salah satu dari tiga faktor yang terlibat dalam proses persalinan yang menyebabkan persalinan tidak dapat berjalan lancar dan bila dibiarkan maka dapat terjadi komplikasi yang dapat membahayakan ibu dan janin. 3 faktor tersebut adalah jalan lahir (passage), janin (passanger) dan Kekuatan yang ada pada ibu (power).
   

Untuk lokasi Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) itu ada di Bandung tepatnya di :
Jl. Holis No. 448 A Bandung (Tlp. 022 6042152)
Jl. Raya Soreang - Banjaran
(Tlp. 022 6032281)

Tentang Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) Sinergi Foundation Bandung

TENTANG RBC (RUMAH BERSALIN CUMA-CUMA)


          RumahBersalin Cuma-Cuma (RBC) merupakan institusi pelayanan kesehatan bagi Ibu dan Anak Dhuafa, khususnya dalam bidang persalinan secara cuma-cuma dengan pelayanan yang profesional, Netral dan Independent.

Menjadi Rumah Bersalin Khusus Bagi Kaum Dhuafa Dengan Pengelolaan Profesional dan Pelayanan Maksimal

Mengaangkat harkat sosial kaum dhuafa melalui pelayanan maksimal untuk kesehatan ibu dan
anak Menjadi rujukan dalam pengelolaan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak
Mengoptimalkan dana social masyarakat melalui pelayanan kesehatan ibu dan anak
Menjadi fasilitator kesehatan umat dan mengekspresikan kepedulian sosial.






Jl. Holis No. 448 A Bandung
(Tlp. 022 6042152 )

Jl. Raya Soreang - Banjaran
( Tlp. 022 6032281 )

Call Center : 0851 0004 2009
SMS / WA : 081 321 200 100

Pelayanan Klinik Umum RBC (Rumah Bersalin Cuma-cuma)



           Manajemen Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) Sinergi Foundation menggelar Fokus Grup Discussion (FGD) bahas percepatan RBC menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA).

       Acara ini dihadiri ketua Yayasan Sinergi Foundation Sepriyanto, Direktur RBC dr. Erni Trisnasari dan segenap pengurus RBC, bertempat di aula RBC Holis Bandung, Selasa (05/01/2015).
Untuk menjadi RSIA, Direktur RBC Dr. Erni Trisnasari mengatakan ada beberapa tahapan yang harus dilalui RBC yang kini berstatus sebagai rumah bersalin.
“Dari rumah bersalin menjadi klinik pratama, lalu klinik utama dan baru bisa menjadi RSIA. Untuk itu diperlukan konsep dan desain yang matang,” kata Direktur RBC dr.Erni Trisnasari.
Karenanya, RBC akan terus meningkatkan mutu pelayanan agar lebih banyak pasien dari kalangan dhuafa yang terbantu. Selain itu, akan ada optimalisasi beberapa hal terkait pelayanan, khususnya terkait rujukan.
Optimalisasi layanan sendiri merupakan salah satu langkah awal RBC menuju RSIA. “Mohon doa dan dukungan selalu agar RSIA Sinergi Foundation segera terwujud dan semakin banyak penerima manfaat khususnya Ibu dan Anak, generasi penerus kita,” pungkas Dr Erni. 




Jl. Holis No. 448 A Bandung
(Tlp. 022 6042152 )

Jl. Raya Soreang - Banjaran
( Tlp. 022 6032281 )

Call Center : 0851 0004 2009
SMS / WA : 081 321 200 100

Penanganan Bayi Kuning Di Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) Sinergi Foundation Bandung



Bayi yang mengalami penyakit kuning dan dikatakan normal apabila kadar bilirubin di dalam tubuhnya bisa menurun dengan sendirinya. Menurunnya kadar bilirubin tersebut diiringi dengan semakin sempurnanya perkembangan janin  pada organ hati dalam menguraikan kadar bilirubin di dalam tubuh bayi.
Bayi akan mengalami penyakit kuning selama 3 sampai 4 hari setelah bayi dilahirkan ke dunia ini. Bayi yang normal pada hari ketujuh setelah dilahirkan, bayi tersebut sudah tidak akan berwarna kuning lagi. Hal tersebutlah yang disebut dengan penyakit kuning yang normal pada bayi.

Berikut ini cara mengatasi penyakit kuning yang ada pada bayi :
1.ASI Lebih Sering
2.Menjemur Bayi
3.Perhatikan Fisik Bayi
4.Terapi Sinar
5.Tindakan Medis
6.Mencari Penyebab Bayi Kuning
7.Jangan Membuat Bayi Dehidrasi

1.Lebih Peka Dan Teliti
2.Hindari Obat-Obatan
3.Hindari Infeksi
4.Hindari Kapur Barus

     Penanganan bayi kuning diperlukan sesegera mungkin agar ibu yang memiliki bayi kuning terutama penyakit kuning patologis bisa mendapatkan penanganan dengan segera. Jika penyakit kuning patologis tidak segera diatasi akibatnya adalah bisa membahayakan sel syaraf pusat bayi dan berbagai macam gangguan yang berbahaya lainnya.http://rbcsinergifoundation.blogspot.co.id/




Jl. Holis No. 448 A Bandung
(Tlp. 022 6042152 )

Jl. Raya Soreang - Banjaran
( Tlp. 022 6032281 )

Call Center : 0851 0004 2009
SMS / WA : 081 321 200 100




Literature : Source